get app
inews
Aa Read Next : Prabowo Subianto Sebut One Map Policy Bisa Ciptakan Efisiensi Ruang dan Percepatan Pembangunan

Bicara di Rakernas APKASI, Jokowi Ingatkan Tantangan Daerah dan Sulitnya Kumpulkan Penerimaan Negara

Rabu, 10 Juli 2024 | 15:15 WIB
header img
Presiden Jokowi saat membuka Rakernas APKASI, di JCC, Jakarta, Rabu (10/07/2024). (iNewspalembang.id/ Humas Setkab)

JAKARTA, iNewspalembang.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan pemerintah daerah untuk adaptif dan berinovasi dalam mengembangkan potensi wilayahnya masing-masing. Karena, ke depan tantangan akan semakin rumit dan semakin kompleks.

Hal tersebut diutarakan Presiden Jokowi saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (10/07/2024).

“Persaingan antarnegara sekarang ini semakin ketat. Saya hanya ingin titip bahwa potensi-potensi yang ada di daerah itu harus dikembangkan, harus dikembangkan, baik dari sisi finance, dari sisi pangan, dari sisi energi, dari sisi industrinya, dari sisi teknologinya. Kalau daerah-daerah yang pemandangannya bagus, dari sisi turismenya, semuanya harus dikembangkan,” ujar dia.

Jokowi mencontohkan, seperti di negara Bhutan yang berhasil mengembangkan sektor pariwisata dengan pendekatan high value and low volume, sebuah model yang bisa diterapkan di Indonesia dengan kekayaan alam yang melimpah.

Tak hanya itu, Jokowi pun menyoroti potensi wisata satwa liar yang dimiliki Indonesia, seperti Komodo, Banteng, Badak, dan Orangutan yang bisa menjadi sumber pendapatan daerah.

Kemudian, Presiden mengingatkan masalah serapan anggaran dan penggunaan produk dalam negeri. Karena, saat ini penggunaan produk dalam negeri oleh kabupaten dan kota baru masih sangat rendah.

“Penggunaan produk dalam negerinya masih 41 persen untuk kabupaten dan kota, 41 persen, masih kecil. Artinya, selain itu berarti produk-produk impor,” kata dia.

Karena mengumpulkan penerimaan negara dari berbagai sumber seperti pajak, PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak), royalti, dan dividen cukup sulit, maka diingatkan untuk membeli produk-produk kita sendiri.

“Saya ingatkan. Mengumpulkan anggarannya itu sangat sulit sekali. Jadi gunakan 100 persen untuk pengadaan barang dan jasa itu produk-produk dalam negeri,” tegas dia.

Untuk itu, Presiden menekankan kepada seluruh pemerintah daerah untuk memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasanya.

 

Editor : Sidratul Muntaha

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut