MURATARA, iNewspalembang.id - Sopir truk tangki BBM maut, Aryanto (49), yang bertabrakan dengan bus ALS di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Desa Terusan, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara Rabu (6/5/2026) kemarin, ternyata masih kerabat Bupati Muratara, Devi Suhartoni.
Melalui laman media sosial (medsos) Facebook, Devi Suhartoni menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Aryanto dalam insiden tersebut. Korban Aryanto merupakan keluarganya dari Desa Belani, Kecamatan Rawas Ilir.
"Nenek kami berdua beradik (saudara). Namun ini semua jalan tuhan cobaan kepada saya sebagai pemimpin Muratara maupun sebagai keluarga," tulis Devi di akun medsosnya.
Terlepas dari hal itu, Devi mengingatkan, kepada semua pengendara untuk berhati-hati. Pihaknya sudah berkali kali bahkan menyetop bus bus lintas Sumatera untuk tidak ngebut, karena jalan banyak rusak dan berlobang.
"Ketika jalan berlobang, rata rata secara naluri menghindar, ketika menghindar dua kemungkinan terjadi yaitu masuk siring atau tabrakan," kata dia.
"Jalan berlobang sudah ada yang kita tempel. Mengingatkan kecepatan dan hati hati. Kapolres juga sama gerakan nambal, namun tidak semua bisa ditambal dan masih banyak bolong bolong kecil," imbuh dia.
Devi mengungkapkan, pihaknya juga telah berkali kali berbicara ke Balai Saker, lalu Saker pun bergerak sehari untuk menambal jalan, namun lobang masih banyak dan tidak selesai selesai, karena anggaran dari Kementerian Perhubungan sangat kecil. Karena ini jalan nasional, sambung dia, maka ada tim keselamatan jalan raya nasional, yang pernah turun sekali dan tidak ada realisasi.
"Jalan lintas di Muratara ini kalau licin dan bagus semua, kecelakaan tambah banyak, kalau lobang kecil sama, kecelakaan banyak, belum lagi hewan liar. Kami juga terus mengingatkan pengendara yang masuk wilayah Muratara hati-hati jalan jelek. Kecepatan maksimum 60 km per jam saja dan tetap waspada," ungkap dia.
Sementara, Andi, paman dari korban Aryanto menuturkan, bahwa Aryanto sempat tinggal di Kota Lubuklinggau. Sebelum jadi sopir, Aryanto itu kernet hingga akhirnya jadi sopir truk tangki sejak tahun 2013. Namun setelah menikah lagi, Aryanto beberapa waktu terakhir menetap di Kabupaten Muratara.
"Mantan istri korban bersama ketiga anaknya juga telah hadir di RS Bhayangkara M Hasan Palembang guna menjalani proses pengambilan sampel DNA demi memastikan identitas korban," tutur dia.
Sebelum kejadian, Aryanto ternyata masih sempat pulang dan bertemu istrinya. Menurut sang istri, tidak ada firasat apa pun sebelum kejadian. Aryanto hanya mampir sebentar ke rumah sekitar pukul 10.00 WIB dan sempat bertanya kepada anaknya apakah mau nitip beli nanas.
Saat ini, paca-insiden mau tersebut keluarga korban sus ALS dan truk tangki PT Serelaya Merangin Dua (SRMD) masih berada di RS Bhayangkara M Hasan Palembang untuk bisa membawa jenazah pulang ke rumah duka, pasca identifikasi oleh Tim DVI Polda Sumsel.
Editor : Sidratul Muntaha
Artikel Terkait
