Penjelasan KAI Soal Tabrakan Maut KA Argo Bromo Anggrek Vs KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur
JAKARTA, iNewspalembang.id - Manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta masih melakukan proses investigasi dan pendataan lebih lanjut terkait penyebab kejadian tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line, di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada Senin (27/4/2026) pukul 20.52 WIB.
"Adapun penyebab kejadian serta jumlah perjalanan KA yang terdampak masih dalam proses investigasi dan pendataan lebih lanjut. Informasi akan terus diperbarui secara berkala," ujar Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, lewat rilis resminya, Senin (27/4/2026) malam.
Franoto mengatakan, bahwa KAI menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
“Saat ini, PT KAI bersama pihak kepolisian tengah melakukan proses evakuasi terhadap rangkaian kereta serta penanganan korban di lokasi kejadian. Kami berupaya semaksimal mungkin agar operasional perjalanan kereta api dapat segera kembali normal,” kata dia.
Akibat insiden tersebut, ungkap Franoto, terjadi gangguan perjalanan kereta api di wilayah Bekasi Timur, tepatnya di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920. Gangguan itu terjadi akibat peristiwa tertempernya PLB 5568A (CL KPB–CKR) oleh PLB 4B (KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi) di lokasi kejadian, yang berdampak pada operasional perjalanan kereta api di lintas tersebut.
Franoto memastikan, petugas KAI di lapangan telah bergerak cepat untuk melakukan penanganan dan pengamanan lokasi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna mempercepat proses evakuasi dan pemulihan perjalanan.
"Sebagai langkah pengamanan, aliran listrik aliran atas (LAA) pada lintas Cibitung–Bekasi Timur dan emplasemen Bekasi Timur untuk sementara dinonaktifkan," jelas dia.
"Kami (KAI) mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan mematuhi aturan keselamatan, khususnya di area jalur rel dan perlintasan sebidang, demi mencegah kejadian serupa. Informasi lebih lanjut akan disampaikan seiring perkembangan penanganan di lapangan," tandas dia.
Editor : Sidratul Muntaha
Artikel Terkait
