PALEMBANG, iNewsPalembang.id - Langkah strategis diambil Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho untuk memperkuat internal kepolisian. Melalui agenda paparan tugas pokok dan fungsi Biro SDM, Kapolda melakukan evaluasi mendalam terhadap kondisi riil dan tantangan pembinaan personel saat ini.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Promoter pada Senin (6/4) ini bertujuan untuk memetakan langkah penguatan profesionalisme anggota agar lebih sigap dalam menghadapi tantangan tugas di lapangan.
Sandi menekankan bahwa evaluasi terhadap personel tidak cukup hanya dari aspek kuantitas, tetapi juga harus menyentuh kualitas kemampuan, pengetahuan, keterampilan, mental, fisik, dan etika personel.
“Kompetensi anggota adalah syarat wajib agar pelaksanaan tugas berjalan profesional. Karena itu, pelatihan bukan lagi sekadar membuat anggota lebih pintar, tetapi harus menjadi kebutuhan dasar agar personel mampu menjalankan tugas dengan baik dan benar,” kata Sandi.
Dia juga menekankan agar setiap satuan kerja mampu membangun budaya belajar yang konsisten dan terarah.
Menurutnya, peningkatan kemampuan personel tidak harus selalu bergantung pada anggaran besar, namun dapat dilakukan melalui pelatihan rutin, pembelajaran mandiri, dan pemanfaatan pengetahuan dari personel yang telah memiliki pengalaman maupun kompetensi tertentu.
Sementara itu, Karo SDM Polda Sumsel, Kombes Sudrajad Hariwibowo dalam paparannya menyampaikan bahwa pembinaan SDM Polri mencakup seluruh siklus manajemen personel, mulai dari rekrutmen, pendidikan, penggunaan, perawatan, hingga pengakhiran dinas.
Ia menyoroti pentingnya percepatan peningkatan kompetensi anggota, mengingat masih terdapat personel yang belum memperoleh pendidikan kejuruan secara optimal.
“Masih banyak personel yang belum mengikuti pendidikan kejuruan, sehingga percepatan peningkatan kompetensi harus terus didorong melalui program Polri Belajar dan latihan mandiri di satker maupun satwil,” ucap Sudrajad.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa arah kebijakan SDM Polda Sumsel Tahun 2026 difokuskan pada penerimaan anggota Polri yang BETAH, optimalisasi digitalisasi pelayanan SDM, peningkatan kompetensi dan pendidikan personel, penguatan nilai humanis yang menjunjung hak asasi manusia, serta penguatan integritas dan kesejahteraan personel.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
