PALEMBANG, iNewsPalembang.id - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah antisipasi ini diambil menyusul prediksi dari BMKG terkait kondisi iklim di wilayah Sumatera Selatan.
Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho menjelaskan bahwa kesiapsiagaan ini didasarkan pada data BMKG yang menunjukkan fenomena iklim ENSO akan tetap dalam kondisi netral hingga pertengahan tahun 2026. Meskipun tidak ada El Niño ekstrem, musim kemarau diprediksi datang lebih cepat 1 hingga 3 dasarian di beberapa Zona Musim (ZOM) Sumatera Selatan.
"Selain itu, musim kemarau pada tahun 2026 ini diprediksi akan lebih kering dibandingkan dengan kondisi di tahun 2025. Puncak dari musim kemarau di wilayah Sumatera Selatan diprediksi akan terjadi pada bulan Mei sampai Agustus mendatang," kata Sandi di Mapolda Sumsel, Rabu (25/3/2026).
Irjen Sandi mengingatkan bahwa kondisi yang lebih kering ini berpotensi meningkatkan titik panas (hotspot) yang bisa berubah menjadi titik api (firespot). Ia menegaskan bahwa penanganan masalah ini memerlukan kerja sama lintas instansi.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
