WASHINGTON, iNewspalembang.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut, kebijakan pencampuran bioetanol E5 dan E10 sebagai langkah strategis mendorong ketahanan dan kedaulatan energi Indonesia.
“Satu strategi untuk mendorong ketahanan energi dan kedaulatan energi kita, adalah kita akan menerapkan bagian daripada bensin kita akan campur dengan etanol mandatori,” ujar dia, kepada awak media di Washington DC, Amerika Serikat, pada Jumat (20/2/2026).
Penerapan kebijakan tersebut, kata Bahlil, merupakan langkah pemerintah untuk memperluas aktivitas usaha pada sektor energi domestik. Tujuan sebenarnya adalah bagaimana menciptakan peluang usaha baru yang ada di Indonesia.
Terkait butir perjanjian perdagangan timbal balik yang ditandatangani Indonesia dan Amerika Serikat mengenai impor bioetanol, sambung Bahlil, hal itu sebagai langkah dalam upaya memenuhi kebutuhan etanol nasional sebelum mencapai kemandirian produksi.
“Namun sampai dengan produksi kita bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri, maka ruang untuk kita melakukan impor boleh saja, termasuk di impor dari Amerika, sampai dengan kebutuhan produksi kita dalam negeri terpenuhi,” kata dia.
Bahlil mengungkapkan, bahwa dalam implementasinya, pengalihan sumber impor etanol dilakukan dengan memanfaatkan tarif masuk 0 persen. Kebijakan ini dinilainya, memberikan keuntungan langsung bagi Indonesia karena harga bahan baku menjadi lebih kompetitif.
“Kalau kita masuknya dengan tarif 0 persen ke negara kita, berarti kan harus lebih murah dong. Ini kan menguntungkan kita sebenarnya. Kita melakukan impor dari sini, tarifnya masuk 0 persen, harganya lebih murah sehingga industri kita lebih kompetitif dalam memakai bahan baku daripada etanol,” ungkap dia.
Bahlil menilai, etanol tidak hanya digunakan untuk pencampuran bahan bakar, tetapi juga menjadi bahan baku penting bagi berbagai sektor industri.
“Dengan biaya impor yang lebih efisien, pemerintah berharap struktur biaya produksi industri nasional dapat ditekan sehingga meningkatkan daya saing di pasar global,” tandas dia.
Editor : Sidratul Muntaha
Artikel Terkait
