Respons Kebijakan Trump, Airlangga Klaim Indonesia Sudah Siapkan Sejumlah Instruksi Presiden Prabowo
JAKARTA, iNEWSpalembang.id – Kabinet Merah Putih langsung diinstruksikan untuk mengambil langkah strategis merespons kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan Amerika Serikat (AS) terhadap Indonesia.
Instruksi dari Presiden Prabowo Subianto itu, disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, bahwa instruksi tersebut mencakup reformasi struktural, deregulasi, serta langkah-langkah mitigasi guna menjaga daya saing dan pertumbuhan ekonomi nasional dengan menyederhanakan regulasi dan menghapus aturan yang menghambat, khususnya terkait Non-Tariff Measures (NTMs).
“Presiden Prabowo telah menginstruksikan Kabinet Merah Putih untuk melakukan langkah strategis dan perbaikan struktural, serta kebijakan deregulasi, yaitu penyederhanaan regulasi dan penghapusan regulasi yang menghambat," ujar dia, Kamis (3/4/2025) malam.
Airlangga mengungkapkan, kebijakan ini untuk meningkatkan daya saing Indonesia, menjaga kepercayaan pelaku pasar, serta menarik lebih banyak investasi guna mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi. Selain itu, langkah-langkah strategis lainnya juga akan ditempuh untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif dan memperluas lapangan kerja.
Pemerintah Indonesia, sambung Airlangga, sudah melakukan berbagai persiapan sejak awal tahun untuk menghadapi kebijakan tarif AS. Tim lintas kementerian dan lembaga, perwakilan Indonesia di AS, serta pelaku usaha nasional telah berkoordinasi secara intensif untuk merumuskan strategi yang tepat.
"Pemerintah Indonesia akan terus melakukan komunikasi dengan Pemerintah AS dalam berbagai tingkatan, termasuk mengirimkan delegasi tingkat tinggi ke Washington DC untuk melakukan negosiasi langsung," ungkap dia.
Sebagai bagian dari upaya diplomasi, Indonesia juga telah menyiapkan langkah-langkah untuk menjawab berbagai permasalahan yang diangkat oleh Pemerintah AS dalam laporan National Trade Estimate (NTE) 2025 yang diterbitkan oleh US Trade Representative.
Pengenaan tarif AS tidak hanya berdampak pada Indonesia, tetapi juga seluruh negara ASEAN. Atas dasar itu, Indonesia juga telah berkomunikasi dengan Malaysia selaku Ketua ASEAN untuk membahas langkah-langkah kolektif guna menghadapi tantangan ini.
"Indonesia telah berkomunikasi dengan Malaysia selaku pemegang Keketuaan ASEAN untuk mengambil langkah bersama mengingat 10 negara ASEAN seluruhnya terdampak pengenaan tarif AS," tandas dia.
Editor : Sidratul Muntaha
Artikel Terkait