Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kemensos dan Kodam II Pastikan Air Bersih di Sekolah Rakyat Terintegrasi Empat Lawang Terpenuhi
Advertisement . Scroll to see content

Pria Empat Lawang Ini Nekat Habisi Nyawa Mertua dan Dibuang ke Sungai, Buntut Pembagian Hasil Panen

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:04 WIB
  • author Era Neizma Wedya
Pria Empat Lawang Ini Nekat Habisi Nyawa Mertua dan Dibuang ke Sungai, Buntut Pembagian Hasil Panen
Polisi dan warga Padang Tepong, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang saat menemukan jasad korban Aminah di dalam karung yang hanyut di sungai kawasan Ulu Musi, pada Senin (25/5/2026). (iNewsPalembang.id/foto: ist)

EMPAT LAWANG, iNewsPalembang.id – Warga Desa Padang Tepong, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang, dihebohkan dengan penemuan jasad Aminah (64) di dalam karung yang hanyut di sungai kawasan Ulu Musi, pada Senin (25/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Bukan tanpa sebab, karena korban Aminah yang juga warga Desa Padang Tepong ini diketahui telah menghilang sejak Selasa (19/5/2026) lalu dan kuat dugaan korban dihabisi oleh menantunya sendiri berinisial AN.

Menurut Kapolsek Ulu Musi, Iptu Arsan Fajri, ketika keluarga korban melaporkan kehilangan ke pihak kepolisian, pelaku AN sempat memberi alibi seolah tidak mengetahui keberadaan mertuanya tersebut. Pelaku AN mengaku terakhir bertemu korban di kebun pada Selasa (19/5/2026).

Dari penuturan pelaku AN saat itu, korban sempat meminta dijemput pada Kamis (21/5/2026), bersama rombongan warga yang akan panen lada di kebun.

“Pelaku AN pun mengaku telah mengambil ojek untuk mengangkut hasil kebun dan mengira korban pulang sendiri. Bahkan saat tiba di rumah, pelaku berpura-pura bertanya kepada anaknya, mengenai keberadaan korban sehingga membuat keluarga panik,” ujar dia.

Fajri mengatakan, berikutnya keluarga bersama warga melakukan pencarian ke sekitar kebun dan sekitar pondok yang biasa ditempati korban.

“Dalam pencarian itu, warga menemukan sejumlah barang milik korban berupa keranjang berisi buah lada, parang, serta botol air minum sekitar 10 meter dari pondok kebun milik korban,” kata dia.

Selanjutnya, ungkap Fajri, warga sempat menguras kolam di sekitar kebun lada, namun korban tidak juga ditemukan. Polisi juga menemukan sebuah telepon seluler (ponsel) tanpa SIM Card yang diduga milik korban.

“Melihat kondisi ponsel yang bersih tanpa lumpur, membuat kita semakin curiga dan barang tersebut kini diamankan sebagai barang bukti,” ungkap dia.

Nah, usai dilakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi, polisi akhirnya mencurigai AN sebagai pelaku. Tersangka kemudian ditangkap di wilayah Lubuklinggau pada Minggu (24/5/26) malam.

Sementara, pelaku AN mengakui telah membunuh mertuanya menggunakan batang kayu atau puntung batang kopi. Usai mengetahui korban sudah tak bernyawa, lalu jasadnya dimasukkan ke karung dan dibuang ke sungai di kawasan Talang Jerambah, Ulu Musi.

“Aku pukul pakai puntung batang kopi sampai meninggal, lalu dimasukkan ke karung dan dibawa ke sungai pakai motor,” kata pelaku.

Menariknya, selama proses pencarian korban, pelaku justru ikut mencari korban bersama keluarga dan warga agar tidak menimbulkan kecurigaan.

Dugaan sementara, motif pembunuhan ini dipicu perselisihan mengenai pembagian hasil panen kopi yang dianggap tidak sesuai kesepakatan awal antara pelaku dan korban.

Karena diselimuti emosi yang memuncak, pelaku AN terpikir nekat menghabisi nyawa ibu mertuanya sendiri. Usai menuntaskan aksinya, pelaku AN sempat melarikan diri ke hutan sebelum akhirnya kabur menuju Lubuklinggau menggunakan mobil.

Editor: Sidratul Muntaha

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut