get app
inews
Aa Text
Read Next : Kecam Serangan AS dan Israel di Teheran, Republik Islam Iran Siap Beri Respons Kuat

Serang Pangkalan Militer AS di Uni Emirat Arab, Iran Sebut 6 Perwira Senior CIA Tewas

Senin, 02 Maret 2026 | 07:58 WIB
header img
Penampakan serangan Iran di pangkalan militer AS di kawasan UEA. Iran menyebut 6 perwira senior CIA tewas.(Foto: tangkap layar/Istimewa).

TEHERAN, iNewspalembang.id - Serangan yang dilancarkan Iran di Uni Emirat Arab (UEA) mengakibatkan tewasnya enam perwira senior Badan Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat.

Dilansir dari Kantor berita Tasnim, Senin (2/3/2026), melaporkan dua agen CIA lainnya luka dalam serangan yang menargetkan Abu Dhabi itu. Untuk diketahui, bahwa Iran menggempur pangkalan militer AS di Bahrain, Qatar, Irak, UEA, dan Kuwait.

Terkait serangan itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyebut, paling tidak ada 560 personel militer AS tewas dan luka dalam serangan di pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah. 

"Fasilitas militer AS di Bahrain diserang oleh dua rudal balistik, serta pangkalan-pangkalan lain berada di bawah serangan tanpa henti, yang sejauh ini mengakibatkan 560 tentara AS tewas atau luka," bunyi pernyataan IRGC.

Berikutnya, IRFC menyatakan, empat serangan drone terhadap pangkalan angkatan laut (lanal) Bahrain menyebabkan kerusakan serius pusat komando dan dukungan militer AS.

Lalu, IRGC pun membombardir lanal AS Ali Al Salem Kuwait hingga melumpuhkan operasionalnya, serta tiga objek Lanal Mohammed Al Ahmad.

Dibalik serangan itu, Misi Tetap Iran untuk PBB menegaskan AS tidak akan pernah bisa mengalahkan Iran.

"Impian Pemerintah AS yang bermusuhan untuk menelan Republik Islam Iran serta memaksanya tunduk, tidak akan pernah terwujud," bunyi pernyataan.

Nah terhadap klaim kematian tentara dan agen intelijen yang dilaporkan media Iran itu, hingga kini belum ada
respons resmi dari Washington. Hanya saja, Departemen Pertahanan AS (Pentagon) cuma mengakui ada tiga tentara mereka tewas dalam serangan balasan Iran. Mereka merupakan korban pertama tentara AS sejak serangan dimulai Sabtu (28/2/2026).

“Beberapa lainnya mengalami luka ringan akibat pecahan peluru dan gegar otak, dan sedang dalam proses dipulangkan kembali bertugas. Operasi tempur utama terus berlanjut dan upaya respons kami sedang berlangsung,” ungkap Komando Pusat AS (Centcom) di media sosial.

Editor : Sidratul Muntaha

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut