CALIFORNIA, iNewsPalembang.id - Melonjaknya biaya chip memori yang digunakan perusahaan membuat Apple berencana menaikkan harga produknya.
Menurut CEO Apple, Tim Cook, kenaikan harga produk Apple seperti iPhone, iPad, dan lain-lain tidak bisa dihindari, imbas pasokan dan harga chip memori yang tidak berkelanjutan.
Meski begitu, sambung Cook, kapan kenaikan harga akan mulai diberlakukan maupun produk apa saja yang akan terdampak. Belum diketahui pula apakah kenaikan harga itu akan memengaruhi harga iPhone 18 yang diperkirakan meluncur pada September 2026 mendatang.
Chip memori tersebut merupakan komponen penting dalam berbagai perangkat pintar seperti ponsel. Namun, pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam beberapa bulan terakhir telah mendorong kenaikan harga komoditas tersebut secara signifikan.
"Kami berupaya semaksimal mungkin untuk mengurangi dampak kenaikan biaya yang dibebankan kepada kami. Selama ini kami juga berusaha melindungi pelanggan dari kenaikan harga tersebut, tetapi situasinya kini sudah tidak berkelanjutan," ujar Cook dilansir dari BBC saat wawancara dengan Wall Street Journal, Sabtu (20/6/2026).
"Kami sangat membutuhkan harga dan pasokan chip memori kembali ke tingkat yang wajar untuk produk konsumen. Itulah inti persoalannya," imbuh dia.
Selama ini, harga RAM, dikenal sebagai salah satu komponen komputer dengan biaya relatif murah, tercatat telah melonjak lebih dari dua kali lipat sejak Oktober 2025. Selain meningkatnya permintaan dari industri AI, perang di Iran juga mengganggu pasokan helium global. Gas tersebut merupakan bahan penting dalam proses produksi semikonduktor, sehingga gangguan pasokan turut meningkatkan biaya pembuatan chip komputer.
Dari hasil riset Omdia, harga jual rata-rata smartphone di dunia diperkirakan naik sekitar 20 persen sepanjang 2026 dan berpotensi mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Menurut Analis pasar smartphone Omdia, Chiew Le Xuan, bahwa harga ponsel terbaru Apple kemungkinan akan lebih mahal hingga 150 dolar AS dibandingkan seri iPhone 17.
Kenaikan tersebut diperkirakan terjadi karena Apple akan meningkatkan spesifikasi perangkat guna mendukung fitur-fitur AI terbaru.
Selain Apple, tekanan biaya di industri semikonduktor juga disoroti perusahaan teknologi besar lainnya. Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) menyebut, tidak menutup kemungkinan untuk menaikkan harga produknya karena inflasi meningkatkan biaya operasional perusahaan.
TSMC sendiri merupakan produsen chip paling canggih di dunia yang memproduksi chip rancangan perusahaan seperti Apple, Nvidia, dan AMD.
Sementara, Samsung juga menyatakan bahwa kekurangan pasokan chip memori diperkirakan akan membuat harga berbagai perangkat elektronik menjadi lebih mahal.
Pada April lalu, Sony menaikkan harga konsol PlayStation 5 sebesar 90 pound sterling di Inggris dan 100 dolar AS di Amerika Serikat (AS) akibat tekanan dalam lanskap ekonomi global.
Nintendo lalu mengumumkan akan menaikkan harga konsol Switch 2 mulai September karena adanya perubahan kondisi pasar.
Nah, untuk seri iPhone 17 mendapat sambutan positif sejak diluncurkan pada September tahun lalu. Penjualan perangkat Apple tumbuh 17 persen pada kuartal pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh kuatnya permintaan dari pasar China.
Awal tahun ini, Apple juga menghapus varian termurah dari lini komputer kompak Mac Mini, yang membuat harga awal produk tersebut naik sekitar 200 dolar AS.
Editor : Sidratul Muntaha
Artikel Terkait
